Langsung ke konten utama

Sembilan Artis Terkenal Korea Yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri

  Note: Bukan Untuk Ditiru  1.      Lee Eun Ju Artis cantik kelahiran   Gunsan,Korea selatan pada 22 Desember 1980, ia mengakhiri hidupnya pada saat berumur 24 tahun , masih sangat muda. Lee Eun Ju ialah salah satu artis cantik   Korea yang sedang populer , karirnya sedang menanjak tinggi.   Ia ditemukan meninggal di apartemennya pada 22 Febuari tahun 2005. Polisi menemukan cacatan Lee Eun Ju yang ditunjukan untuk ibunya, catatan itu berisi permintaan maaf Lee Eun Ju "Mom, I am sorry and I Love You" begitu isinya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya Lee Eun Ju telah menyelesaikan pendidikannya di Dangkuk University. Banyak spekulasi tentang penyebab Lee Eun Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Dan yang paling santer terdengar ialah kareana ia depresi dan merasa malu setelah beradegan telanjang dalam film "The Secret Letter", film thriller erotis yang dirilis 28 Oktober 2004. Saya sudah nonton film ini dan memang dalam film ini Lee Eun Ju b...

Film Korea “I Can Speak” Mengajarkan Kita Bahwa Kebenaran Tetap Harus Diungkapkan Meskipun Hal Itu Menyakitkan.


Nenek Na Ok-boo dan Park Min-jae
Film yang dirilis tahun 2017 dibintangi oleh Lee Je-hon (Park Min-jae) seorang yang bericita-cita menjadi pengecara malah menjadi pegawai negeri .Na Moon-hee (Na Ok-boo) seorang nenek-nenek cerewet yang berprofesi sebagai tukang jahit. Na Ok-boo mempunyai hobi mengadukan keluhan ke kantor pemerintah , ia selalu mengadukan hal-hal sepele ke kantor Park Min-jae bekerja sebagai pelayan publik. Setiap hari ada saja yang diadukan nenek Na Ok-boo kepada kantor pelayanan publik itu entah karena orang yang merorok sembarangan dipasar yang sering ia lalui, orang yang memasang baliho sembarangan, orang yang kencing di tembok. Pegawai kantor pelayanan publik itu tidak kerasan menghadapi laporan nenek Na Ok-boo yang selalu saja bertambah tiap hari.

Diawal cerita film ini terlihat  sebagai sebuah cerita komedi yang menyegarkan dengan karakter nenek Na Ok-boo  yang cerewet dan menjengkelkan. Karena tidak hanya para pegawai kantor pemerintah yang sering diterornya dengan adu-aduan yang tidak pernah selesai akan tetapi orang-orang yang berjualan di pasar tempat ia bekerja juga kena imbasnya.  Sebagai penonton jangan sampai bertemu di dunia nyata dengan nenek Na Ok-boo!  

Akan tetap konflik cerita  yang sebenarnya baru akan dimulai ketika nenek Na Ok-boo bersikeras ingin belajar bahasa inggris, ia meminta Park Min-jae untuk mengajarinya. Berulang kali Park Min-jae menolak namun berulang kali pula nenek Na Ok-boo membujuk dengan berbagai cara. Akhirnya walaupun sedikit tidak ikhlas Park Min-jae bersedia mengajarinya bahasa inggris, tentu dengan persyaratan yang ketat dank keras untuk ukuran seorang nenek-nenek.

Nenek Na-Ok-boo dipengadilan

Awalnya nenek Na Ok-boo mengaku kepada Park Min-jae bahwa alasan ia bersikeras belajar bahasa inggris ialah untuk menghubungi saudaranya di Amerika . Yang sejak kecil tidak pernah bertemu, saudaranya itu hanya bicara menggunakan bahasa inggris.

Namun selain itu ada tujuan yang lebih berat, ia belajar bahasa inggris diusia yang  sudah tidak muda lagi untuk mengungkapkan kebenaran meskipun kebenaran itu menyakitkan. Kebenaran yang selama ini ia pendam selama puluhan tahun, kebenaran yang jika tidak diungkapkan akan selalu menjadi bayangan hitam, menggerogotinya perlahan-lahan.

Kebenaran menyakitkan itu harus diungkapkan kepada dunia maka dari itu ia belajar bahasa inggris tidak peduli betapa sulitnya.

Kebenaran menyakitkan itu ialah Jugun ianfu, istilah untuk menunjuk kepada wanita yang menjadi perbudakan seks selama Peran Dunia II di koloni jepang dan di wilayah perang. Jugun ianfu ialah kisah nyata, kisah yang memilukan.

Ya nenek Na Ok-boo dan temannya dimasa lalu pernah menjadi budak seks tentera jepang. Ia ingin meminta keadilan kepada dunia untuk menyuruh Negara Jepang meminta maaf padanya dan ratusan gadis lain yang pernah disiksa dan menjadi budak seks Tentara Jepang. Ia berkeinginan mengukapannya di pengadilan internasional agar dunia tahu bahwa ia, temannya dan ratusan gadis lain adalah  manusia, manusia yang telah direndahkan martabatnya. Manusia yang kini hidup dalam bayang-bayang trauma berkepanjangan. Nenek Na Ok-boo ingin negara jepang mengatakan maaf atas perbuatan tentaranya dimasa lalu. Ia sudah tidak peduli lagi jika orang-orang akan memandangnya jijik setelah mengetahui masa lalunya.


Komentar