Langsung ke konten utama

Sembilan Artis Terkenal Korea Yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri

  Note: Bukan Untuk Ditiru  1.      Lee Eun Ju Artis cantik kelahiran   Gunsan,Korea selatan pada 22 Desember 1980, ia mengakhiri hidupnya pada saat berumur 24 tahun , masih sangat muda. Lee Eun Ju ialah salah satu artis cantik   Korea yang sedang populer , karirnya sedang menanjak tinggi.   Ia ditemukan meninggal di apartemennya pada 22 Febuari tahun 2005. Polisi menemukan cacatan Lee Eun Ju yang ditunjukan untuk ibunya, catatan itu berisi permintaan maaf Lee Eun Ju "Mom, I am sorry and I Love You" begitu isinya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya Lee Eun Ju telah menyelesaikan pendidikannya di Dangkuk University. Banyak spekulasi tentang penyebab Lee Eun Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Dan yang paling santer terdengar ialah kareana ia depresi dan merasa malu setelah beradegan telanjang dalam film "The Secret Letter", film thriller erotis yang dirilis 28 Oktober 2004. Saya sudah nonton film ini dan memang dalam film ini Lee Eun Ju b...

Saya Menyesal Menonton "Grave of Fireflies" (1988)

 

Grave of Fireflies (1988)

Secara tidak sengaja saya membaca  postingan yang mengulas film-film animasi jepang pilihan di sebuah sosial media. Banyak tanggapan netizen bahwa ada salah satu dalam list film animasi tersebut  ada yang mampu membuat penonton sedih sampai ke ubun-ubun. Benarkah begitu ?.

Kisah yang di pertontonkan dalam film animasi yang berjudul Grave of Fireflies tersebut seperti bukan animasi. Kisah yang dipertontonkan begitu nyata, nyata dan mampu memberi aura kesedihan yang tak main-main. Jika ada seseorang menonton dan tidak tersentuh maka sungguh ia orang yang tangguh.

Seita dan Setsuko

Dikisahkan sebuah negara , Jepang sedang dilanda perang dengan Amerika. Amerika tidak henti-hentinya mengebom dari udara, porak-poranda Jepang beserta isi dan manusia-manusia yang mendiaminya. Semuanya hancur tanpa ampun, rumah-rumah datar dengan tanah, nyawa manusia seperti tidak artinya. Dimana-mana mayat bergelimpangan seperti daun-daun  gugur di musim semi, terserak di tanah tiada yang peduli. 

Mayat terserak di pinggir pantai, di bawah puing-puing bangunan yang telah jadi bubur, di kubur dan di bakar secara masal. Yang masih beruntung dan masih bernyawa harus menanggung kelaparan dan kesedihan karena sebagain keluarga sudah menjadi korban peperangan itu.

Setsuko

Seita dan Setsuko adalah kakak -beradik yang menjadi salah satu korban dari hasil kebengisan peperangan. Seita seorang anak remaja lelaki dan adik kecil perempuannya bernama Setsuko harus lari kesana- kemari menghindari hantaman hujan bom. Seita menggedong Setsuko bersembunyi dan ibu mereka juga bersembunyi di tempat berlainan. Selama hujan bom itu ternyata ibu Seita dan Setsuko terluka sangat parah, seluruh tubuhnya  mengalami luka bakar. 

Luka itu sangat parah ibu Seita dan Setsuko tidak bisa diselamatkan. Sementara Setsuko merengek ingin bertemu ibu Seita menahan sedih didalam hati, ia tidak bisa mengatakan bahwa ibu mereka sudah meninggal, Setsuko masih begitu kecil . Seita tetap ceria di depan adiknya Setsuko, Seita tidak punya kekuatan mengatakan bahwa kotak kayu yang selalu  ia bawa itu berisi abu ibu mereka.

Setelah ibu mereka meninggal, rumah rata dengan tanah dan ayahnya sedang di medan perang Setsuko memutuskan untuk tinggal dirumah bibi mereka sampai ayah mereka memberi kabar. Awalnya bibi Setsuko menyambut mereka dengan manis, tapi manis itu tidak bertahan lama, bibi mereka memperlihatkan tabiat aslinya. Si kecil Setsuko tidak peduli bagaimanapun keadaan dia tetap saja anak kecil yang polos dan selalu ceria. 

Ditengah peperangan itu Setsuko seperti gadis kecil pada umumnya, selalu riang, berlari kesana-kemari, makan permen, menangkap kunang-kunang dan melakukan kegiatan dunia anak lainnya. Sementara bibi mereka sudah mulai gerah karena harus membagi makanan keluarga mereka kepada Seita dan Setsuko. Suatu hari Setsuko menangis karena bibi mereka ingin menjual baju-baju peninggalan ibunya untuk di tukarkan dengan satu toples beras.

Akhirnya Seita memutuskan pergi dari rumah bibinya, membawa kompor, sedikit peralatan dapur dan beberapa perabot kecilnya lainnya. Seita dan Setsuko menemukan sebuah gua di hutan dekat danau, mereka berdua tinggal disana. Tempat tidur seadanya, perabot seadanya dan persediaan beras mereka tinggal sedikit lagi. Meskipun Seita sudah mengambil tabungan peninggalan ibunya tetap saja bahan makanan sangat langka, di tengah peperangan tidak ada yang bisa bertani atau memproduksi makanan.

Tidur didalam gua di tengah hutan di pinggir danau Seita dan Setsuko di temani ratusan kunang-kunang. Ke-esokan harinya kunang-kunang itu mati dan Seita melihat Setsuko menggali tanah. Setelah ditanya kenapa berbuat seperti itu dengan begitu polosnya Setsuko menjawab " Aku menggali kuburan, karena ibu sudah meninggal sama seperti kunang-kunang ini" Terkejut Seita dari mana Setsuko tahu bahwa ibu mereka telah meninggal " Bibi memberi tahu kalau ibu sudah meninggal" . 

Pertahanan benteng Seita untuk selalu terlihat ceria jebol, akhirnya ia menangis memikirkan betapa malanganya  hidup yang harus ditempuh adik kecil kesayangannya.  Karena bahan simpanan makanan mereka sudah habis Seita dan Setsuko makan seadanya, termasuk mencuri tanaman buah dan sayur, mencuri buah tomat, memungut sisa-sisa makanan. Suatu hari Setsuko sakit, badannya gatal-gatal merah, dan terlihat kurus serta diare. Suatu malam kerena tidak tahan melihat  adiknya yang menahan lapar Setsuko mencuri tanaman ubi dan kedapatan pemiliknya, Setsuko di hajar habis-habisan.

Pemilik kebun tidak ada belas kasih meskipun Setsuko mengatakan bahwa ia terpaksa mencuri karena adiknya sedang kelaparan dan sakit. Seita digelandang ke kantor polisi, beruntung  polisi itu tidak menahan Seita. Setiap hari keadaan Setsuko tidak kunjung membaik sementara Seita harus pergi mencari makanan Setsuko tinggal sendirian di rumah gua mereka, tidur sendiri di dalam gua menunggu kakaknya pulang.

Sepulangnya Seita  dari mencari makan ia menemukan Setsuko pingsan di rerumputan , ia membawa Setsuko ke dokter, Setsuko di diagnosa mal nutrisi (Kekurangan gizi) . Seita pulang membawa sebuah buah semangka, ia meyuapi adiknya yang sudah sangat lemah. Ketika  Seita sedang memasak bubur Setsuko tidak pernah bangun lagi.

Setelah Seita mengkremasi Setsuko dan memasukan abunya ke kaleng bekas permen adiknya kehidupannya tidak kunjung membaik. Seita kehilangan semangat hidup, ia menggelandang dan kelaparan dan akhirnya meninggal di stasiun sambil memegang erat kaleng abu adiknya. Petugas Stasiun yang menemukan Seita yang tergeletak tidak bernyawa membuang kaleng abu itu ke semak-semak.

Setelah dilempar ke semak-semak keluarlah arwah Setsuko bersama kunang-kunang, Setsuko melihat kakaknya terbaring, Setsuko berlari menuju kakaknya tapi tiba-tiba kakaknya sudah di dibelakang Setsuko.  Seita dan Setsuko bertemu kembali.

****

Malam setelah menonton Grave of Fireflies  saya tidak bisa tidur padahal saya belum sembuh benar dari sakit, masih jetlag dan besoknya harus kerja. Saya agak menyesal menontonnya di waktu yang kurang pas, saya menangis tengah malam lupa kalau besok harus masuk kerja. Film animasi ini membuat yang menontonnya masuk kedalam dunia Seita dan Setsuko yang begitu malang. Ketika menulis ulang cerita malang Seita dan Setsuko inipun saya lupa bahwa saya masak air, masakan air saya hampir kering!.

Ngomong-ngomong film animasi Grave of Fireflies  ini di adaptasi dari novel berjudul sama karya Akiyuki Nosaka. Saya yakin bukunya tidak kalah apik dari filmnya!. Adakah buku ini di jual di toko-toko buku Indonesia, saya antusias ingin membacanya !

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Film Korea Bertema Cinta Platonik : Siapkan Banyak Tisu Saat Nontonnya

Yang saya sukai dari Film Korea ada dua yang pertama tema cerita yang diangkat kedua peran yang diperankan para aktor dan aktrisnya sangat alami. Penonton seperti bukan sedang menonton film tapi seakan ikut dalam alur ceritanya. Kali ini  saya punya dua rekomendasi film korea bertema tentang Cinta Platonik  yang sayang dilewatkan buat para penikmat film, apalagi buat pecinta film korea. Cinta Platonik  atau juga sering disebut Cinta Platonis sendiri  menurut beberapa referensi ialah  jenis cinta yang tidak melibatkan tendesi romantis (bukan hubungan pacaran) Ia adalah cinta yang tak bersyarat,  tanpa nasfu dan birahi,  bisa dibilang cinta suci, waw keren gak  tu !!!.  Cinta Platonik biasanya ada dalam hubungan antara anak dan orang tua, persaudaraan, atau cinta dalam persahabatan dsb.  Berikut ada dua film korea yang mengakat cerita/bertema tentang cinta Platonik . Catatan !! kalau mau nonton dua film ini jangan lupa tisu ya !! 1. ...

25 Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !!

  Salah satu genre film dari negara Gajah Putih Thailand yang terkenal   adalah genre horornya. Film-film horor dari negara Thailand sangat khas   dengan memasukan unsur-unsur cerita, mitos dan kebudayaan negaranya.   Film-film   horor negara Thailand juga memiiki alur cerita yang menarik. Ini dia film-filmnya. 1.       Shutter ( 2004) Film yang dibuat lagi versi Amerika nya ini menceritakan tentang seorang Photographer yang selalu dibayangi-bayangi gambar sosok perempuan yang terpotret tiap kali ia menggambil gambar. Ternyata sosok perempuan yang selalu masuk dalam gambarnya itu adalah dosa masa lalu sang photographer dan kekasihnya.   2.       The Sisters (Pee Chong Air) (2004) Mengisahkan tentang sekelompok musisi check in kesebuah hotel di Bangkok setelah pertujunkan. Bukannya beristirahat sekelompok musisi tersebut malah di usik oleh roh penunggu kamar tersebut. Roh seorang pelacur yang pern...

The Blue Lagoon (1980) : Kisah Dua Anak Manusia Terdampar Di Blue Lagoon (Danau Biru)

Jauh sebelum saya lahir film ini sudah diproduksi, untuk ukuran tahun 1980 pengambilan gambar film ini sudah sangat jernih dan indah. Menampilkan hijaunya danau, warna-warni ikan, matahari yang memantul di permukaan air, putihnya pasir , flora dan juga faunanya.  Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul sama karya Henry De Vere Stacpoole. Bukunya diterbitkan tahun 1979, tambah lawas lagi !! Seperti judulnya film ini mengisahkan tentang dua anak manusia terdampar di Blue Lagoon (Lagoon semacam danau dipinggir laut). Dikisahkan sebuah kapal Northumberland yang membawa penumpang dari Eropa  berlayar menuju San Fransisco. Salah satu penumpangnya ialah tuan Arthur Lestrange  (William Daniels) yang membawa anak lelakinya Richard Lestrange ( Christopher Atkins) dan juga anak sahabatnya yang sudah menjadi anaknya Emmeline Lestrange (Brooke Shields). Richard dan Emmeline adalah saudara tiri.  Richard dan Emmeline sewaktu berlayar mereka masih bocah, kira-kira berumu 4-6 ...