Langsung ke konten utama

Sembilan Artis Terkenal Korea Yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri

  Note: Bukan Untuk Ditiru  1.      Lee Eun Ju Artis cantik kelahiran   Gunsan,Korea selatan pada 22 Desember 1980, ia mengakhiri hidupnya pada saat berumur 24 tahun , masih sangat muda. Lee Eun Ju ialah salah satu artis cantik   Korea yang sedang populer , karirnya sedang menanjak tinggi.   Ia ditemukan meninggal di apartemennya pada 22 Febuari tahun 2005. Polisi menemukan cacatan Lee Eun Ju yang ditunjukan untuk ibunya, catatan itu berisi permintaan maaf Lee Eun Ju "Mom, I am sorry and I Love You" begitu isinya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya Lee Eun Ju telah menyelesaikan pendidikannya di Dangkuk University. Banyak spekulasi tentang penyebab Lee Eun Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Dan yang paling santer terdengar ialah kareana ia depresi dan merasa malu setelah beradegan telanjang dalam film "The Secret Letter", film thriller erotis yang dirilis 28 Oktober 2004. Saya sudah nonton film ini dan memang dalam film ini Lee Eun Ju b...

5 Pelajaran Berharga Yang Bisa Dipetik Dari Drama Komedi Korea Sound Of Your Heart Season Pertama

Sound Of Your Heart

Drama korea yang tayang tahun 2016 ini berjumlah lima episode, dibintagi oleh aktor jangkung Korea Le Kwang Soo (Jo Seok) , Kim Dae-myung (Jo Joon saudara laki-laki Jo Seok), Jung So-min (Cho Ae-bong, teman sekolah dan akan menjadi istri Jo Seok), Kim Byeong-ok (Jo Chul-wang, ayah Jo Seok) Serta Kim Mi-kyung (Kwon Jung-kwon, ibu Jo Seok). Drama  komedi Sound Of Your Heart mengisahkan tentang seorang laki-laki berumur 28 tahun Jo Seok yang memiliki cita-cita komikus (pembuat cerita bergambar kartun/Webtoon) .

Jo Seok merasa dirinya tidak mahir dalam segala hal, nilai akademisnya-pun sangat jelek. Jo Seok dan keluarganya selalu bertingkah konyol, ibu-ayahnya selalu meributkan hal-hal kecil dan sering berselisih paham,saudara laki-laki gendutnya tidak jauh seperti dirinya  merasa konyol dan tidak mahir dalam hal apapun. Suatu ketika Jo Seok melihat teman sekolahnya Cho Ae-bong tertawa terpingkal-pingkal membaca cerita kartun   yang dibuatnya dan itu membuat ia bahagia. Sejak saat itu ia bercita-cita ingin menjadi komikus terkenal (Penulis Webtoon), karena Jo Seok merasa itulah kemampuan yang dia punya ditambah ia bahagia melihat perempuan yang ia sayangi secara diam-diam tertawa ketika membaca cerita kartun yang ia buat.

Namu cita-cita itu tidak akan mudah ia dapatkan, berkali-kali cerita bergambar kartun yang ia buat di tolak penerbit. Belum lagi ibunya menganggap pekerjaan yang dilakukan Jo Seok sia-sia dan tidak berguna. Jo Seok merasa semakin tidak berguna, tidak berguna di usia yang tidak lagi muda.

Seperti perjuangan menggapai cita-cita ada jalan panjang dengan rintangannya yang harus dilalui, Drama Korea Sound Of Your Heart ini diawal episodenya penonton belum akan sepenuhnya paham Purpose dari drama ini selain humor segar yang dapat membuat penonton tertawa. Di episode terakhirlah rangkuman, dan pesan yang ingin disampaikan drama ini menjadi utuh.

Berikut 5 pelajaran berharga yang bisa dipetik dalam Drama Soun Of  Your Heart:

1.      Lelah Boleh, Tapi Jangan Pernah Menyerah Dengan Mimpimu

Seberapa banyak Jo Seok mengirimkan cerita ke penerbit sebanyak itu juga cerita kartun (Webtoon) –nya ditolak dengan berbagai macam  alasan. Ditambah keluhan ibunya tentang pekerjaannya yang tidak membuahkan hasil. Jo Seok merasa tidak lagi memiliki ide, inspirasinya telah mati karena penolakan yang tidak ada habisnya. Disaat merasa lelah oleh penolakan  dan kehabisan ide, Jo Seok malah menemukan ide cerita yang sangat dekat dengannya yaitu cerita tentang kehidupannya sehari-hari.  Ide cerita yang tidak muluk-muluk dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya malah diterima dan  mendapat tanggapan baik dari penerbit.

2.      Jangan Pernah Lupakan Proses Panjang Yang Telah Kita Lalui Untuk Meraih Mimpi

Setelah berhasil  menerbitkan ceritanya Jo Seok mulai terlena dan agak malas membuat cerita bergambar. Jo Seok melupakan proses panjang yang telah ia lalui untuk dapat menerbitkan cerita (Webtoonnya) . Hingga suatu kejadian di minimarket mengingatkannya kembali untuk tidak berhenti, tidak boleh malas membuat cerita bergambar (Webtoon). Dulu ketika ia menjadi pegawai paruh waktu di mini market ia bertemu dengan penulis Webtoon terkenal , dan penulis Webtoon itu mengatakan bahwa ia sedang malas membuat cerita dan ingin bersantai-santai ria dulu. Joe Soek merasa penulis itu tidak tahu terimakasih, ia merasa penulis Webtoon itu tidak menghargai penggemarnya .Kalau saja ia berada di posisi itu ia tidak akan  menyiakan-nyiakan kesempatan. Ia tidak akan membuat penggemar yang setia menunggu cerita Webtoonnya kecewa. Kejadian serupa terjadi, kini ia di posisi sebagai penulis Webtoon terkenal dan ada pegawai mini market mengatakan hal serupa seperti yang ia katakan  dulu kepada penulis Webtoon terkenal yang tidak menghargai pembaca setia ceritanya.  Jo Seok tidak ingin menjadi seperti penulis Webtoon yang pernah ia jumpai dimini market dulu.

3.      Setelah Mimpi Tercapai Bukan Berarti Tugas Telah Selesai

Setelah mimpi tercapai bukan berarti tugas telah selesai. Ketika mimpi itu tercapai tanggung jawab lebih besar menanti. Setelah satu ceritanya diterbtikan, Jo Seok mengatakan bahwa tugasnya membuat cerita bergambar belum selelsai bahkan tidak akan pernah selesai. Masih banyak gambar kartun dan cerita yang akan dan harus ia buat.

4.      Menertawakan Diri Sendiri Berarti Kita Telah Menerima Kekurangan Diri

Jo Seok kerap menertawakan kemalangan dan kekurangan dirinya sendiri. Lambat laun hal itu menjadi kekuatan, kekuatannya untuk mengenali diri sendiri. Mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri yang ia dibutuhkan untuk mengevaluasi diri, hasil evaluasi digunakan  untuk memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Menertawakan diri sendiri artinya mencintai dan menerima diri kita apa adanya. Jo Seok sadar dirinya hanya pria biasa bahkan lebih dari biasa, kartunlah yang membuat ia spesial.

5.      Keluarga Adalah Sumber Kekuatan

Dalam keluarga  perselisihan adalah hal yang tidak bisa dihindarkan  entah itu berselisih dengan orang tua atau saudara kita. Tapi dibalik perselihan itu keluarga adalah tempat kembali serta sumber kekuatan. Ia akan menerima kita apa adanya dan memberi kita kekuatan yang tidak pernah kita sadari sebelumnya. Jo Seok menjadikan keluarga konyolnya sebagai inspirasi untuk membuat cerita bergambar (Webtoon) nya yang berjudul Sound Of Your Heart


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Film Korea Bertema Cinta Platonik : Siapkan Banyak Tisu Saat Nontonnya

Yang saya sukai dari Film Korea ada dua yang pertama tema cerita yang diangkat kedua peran yang diperankan para aktor dan aktrisnya sangat alami. Penonton seperti bukan sedang menonton film tapi seakan ikut dalam alur ceritanya. Kali ini  saya punya dua rekomendasi film korea bertema tentang Cinta Platonik  yang sayang dilewatkan buat para penikmat film, apalagi buat pecinta film korea. Cinta Platonik  atau juga sering disebut Cinta Platonis sendiri  menurut beberapa referensi ialah  jenis cinta yang tidak melibatkan tendesi romantis (bukan hubungan pacaran) Ia adalah cinta yang tak bersyarat,  tanpa nasfu dan birahi,  bisa dibilang cinta suci, waw keren gak  tu !!!.  Cinta Platonik biasanya ada dalam hubungan antara anak dan orang tua, persaudaraan, atau cinta dalam persahabatan dsb.  Berikut ada dua film korea yang mengakat cerita/bertema tentang cinta Platonik . Catatan !! kalau mau nonton dua film ini jangan lupa tisu ya !! 1. ...

25 Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !!

  Salah satu genre film dari negara Gajah Putih Thailand yang terkenal   adalah genre horornya. Film-film horor dari negara Thailand sangat khas   dengan memasukan unsur-unsur cerita, mitos dan kebudayaan negaranya.   Film-film   horor negara Thailand juga memiiki alur cerita yang menarik. Ini dia film-filmnya. 1.       Shutter ( 2004) Film yang dibuat lagi versi Amerika nya ini menceritakan tentang seorang Photographer yang selalu dibayangi-bayangi gambar sosok perempuan yang terpotret tiap kali ia menggambil gambar. Ternyata sosok perempuan yang selalu masuk dalam gambarnya itu adalah dosa masa lalu sang photographer dan kekasihnya.   2.       The Sisters (Pee Chong Air) (2004) Mengisahkan tentang sekelompok musisi check in kesebuah hotel di Bangkok setelah pertujunkan. Bukannya beristirahat sekelompok musisi tersebut malah di usik oleh roh penunggu kamar tersebut. Roh seorang pelacur yang pern...

The Blue Lagoon (1980) : Kisah Dua Anak Manusia Terdampar Di Blue Lagoon (Danau Biru)

Jauh sebelum saya lahir film ini sudah diproduksi, untuk ukuran tahun 1980 pengambilan gambar film ini sudah sangat jernih dan indah. Menampilkan hijaunya danau, warna-warni ikan, matahari yang memantul di permukaan air, putihnya pasir , flora dan juga faunanya.  Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul sama karya Henry De Vere Stacpoole. Bukunya diterbitkan tahun 1979, tambah lawas lagi !! Seperti judulnya film ini mengisahkan tentang dua anak manusia terdampar di Blue Lagoon (Lagoon semacam danau dipinggir laut). Dikisahkan sebuah kapal Northumberland yang membawa penumpang dari Eropa  berlayar menuju San Fransisco. Salah satu penumpangnya ialah tuan Arthur Lestrange  (William Daniels) yang membawa anak lelakinya Richard Lestrange ( Christopher Atkins) dan juga anak sahabatnya yang sudah menjadi anaknya Emmeline Lestrange (Brooke Shields). Richard dan Emmeline adalah saudara tiri.  Richard dan Emmeline sewaktu berlayar mereka masih bocah, kira-kira berumu 4-6 ...