Langsung ke konten utama

Sembilan Artis Terkenal Korea Yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri

  Note: Bukan Untuk Ditiru  1.      Lee Eun Ju Artis cantik kelahiran   Gunsan,Korea selatan pada 22 Desember 1980, ia mengakhiri hidupnya pada saat berumur 24 tahun , masih sangat muda. Lee Eun Ju ialah salah satu artis cantik   Korea yang sedang populer , karirnya sedang menanjak tinggi.   Ia ditemukan meninggal di apartemennya pada 22 Febuari tahun 2005. Polisi menemukan cacatan Lee Eun Ju yang ditunjukan untuk ibunya, catatan itu berisi permintaan maaf Lee Eun Ju "Mom, I am sorry and I Love You" begitu isinya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya Lee Eun Ju telah menyelesaikan pendidikannya di Dangkuk University. Banyak spekulasi tentang penyebab Lee Eun Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Dan yang paling santer terdengar ialah kareana ia depresi dan merasa malu setelah beradegan telanjang dalam film "The Secret Letter", film thriller erotis yang dirilis 28 Oktober 2004. Saya sudah nonton film ini dan memang dalam film ini Lee Eun Ju b...

Aku dan Hari Esok : Untuk Seba dan Pak Yudis Tetaplah Semangat Ditengah Semua Keterbatasan

 

Akun dan Hari Esok

Ada yang mengatakan bahwa  yang paling berharga daam suatu negara bukan intan berlian yang tersimpan dalam tanahnya tapi kualitas kepribadian manusia yang mendiaminya dan anak-anak adalah tunas kepribadian yang akan menjadi tiang suatu negara dimasa yang akan datang.  Bayangkan apa yang akan terjadi jika tunas-tunas itu layu sebelum waktunya!!!

Seluruh anak-anak Indonesia baik yang tumbuh di  perkotaan, pedesaan, pegunungan, di pinggir laut. Lahir dari orang tua pengusaha, buruh pabrik, tukang ojek, petani, ketua partai dsb dari Sabang hingga Marauke, dari Miangas sampa Pulau Rote semuanya adalah anak bangsa, tunas bangsa yang nantinya akan menjadi penyangga Bangsa dan Negara Indonesia. Semua anak-anak Bangsa Indonesia tanpa terkecuali berhak mendapat pendidikan dasar  termasuk anak-anak di  pulau terluar Sebatik. Kecamatan paling timur di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.  

Film yang berjudul Aku dan Hari Esok garapan Mohammad Fikri mengisahkan anak bernama Seba, anak buruh sawit. Seba dan kedua temannya di usia yang seharusnya bersekolah mereka malah menjadi buruh kebun sawit. Orang tua Seba dan orang tua temannya tidak menganggap pendidikan itu sesuatu hal yang penting . Bagi mereka jika anak-anak mereka menjadi buruh sawit  membantu ekonomi keluarga meskipun sedikit lebih baik daripada menghabiskan waktu ke sekoah. Seba pernah bersekolah tapi hanya sampai kelas dua SD, selebihnya ia menjadi buruh di perkebunan sawit. Walaupun Seba dan teman-temannya bekerja sebagai buruh di perkebunan sawit tetap saja jiwa kanak-kanak mereka tidak bisa dibohongi. Kerap Seba dan teman-teman bermain padahal masih waktunya bekerja, jadilah mereka main kejar-kejaran dengan mandor perkebunan.

Seba walaupun putus sekolah jauh didalam hatinya ia masih berangan-angan untuk bisa sekolah lagi. Untuk mengobati rasa rindu akan sekolah Seba mengajak dua temannya bermain di salah satu sekolah yang berada di desa tidak jauh dari perkebunan sawit. Seba dan temannya datang ke sekolah tersebut  dengan mengendap-endap, mereka datang ketika orang-orang sudah pulang. Selain bermain yang membuat Seba antusias  datang ke sekolah meskipun sudah sepi adalah ia menjawab soal yang kerap Pak Yudis tuliskan di Mading Sekolah. Ia menulis jawaban soal di Mading dengan menggunakan spidol yang ia pinjam di toko dekat sekolah, meminjam tanpa pemiliknya tahu.

Pak Yudis yakin yang menjawab soal yang  ia tulis di Mading adalah anak-anak kalau dilihat dari tulisannya.

Pak Yudis bertekad menemukan anak yang menjawab soalnya di Mading dan ketahuanlah bahwa yang menjawab soal tersebut adalah Seba anak buruh perkebunan kelapa sawit. Tidak ada adegan dramatis atau mengharu biru dalam film ini selain semangat tulus dari Pak Yudis sang guru honorer untuk membuat anak pintar seperti Seba kembali ke  bangku sekolah.

Diawal Pak Yudis harus bermain kejar-kejaran dengan Seba dan temannya karena setiap Pak Yudis bertemu dengan niat ingin bicara, Seba malah pontang-panting berlari ketakutan.  Setelah berhasil berbicara empat patah kemudian malah Ibu Sebanya tidak menyambut niat baik Pak Yudis.

Setelah berhasil membujuk orang tua Seba tantangan selanjutnya lebih berat, artinya Pak Yudis yang akan menjadi orang Tua Seba selama Seba sekolah dan tinggal dirumahnya. Sedangkan ekonomi Pak Yudis sebagai seorang guru honorer yang masih ketar-ketir mencari biaya persalinan istrinya tidak bisa dikatakan memadai untuk menampung, membesarkan dan menyekolahkan seorang anak.  

Walapun masih kecil Seba tahu kesulitan Pak Yudis hingga ia memutuskan untuk kembali kepada orang tuanya di dalam perkebunan kelapa sawit. Tapi sayang orang tua Seba sudah pindah dan hanya ada tulisan di dinding rumahnya. Pesannya Seba tetap harus semangat mengerjar cita-cita, mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti.

Spirit Seba dan Pak Yudis adalah hal penting dalam dunia pendidikan bangsa ini tapi semangat itu juga perlu mendapat dukungan dari kita semua termasuk negara ini. Bukan tidak mungkin bahwa masih banyak Seba dan Pak Yudis lainnya di tempat lain selain di Sebatik Kabupaten Nunukan.

Untuk orang-orang seperti Seba dan Pak Yudis tetaplah simpan  dan pompa semangat dan cita-cita kalian ditengah semua keterbatasan karena masih ada hari esok yang lebih baik.  

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Film Korea Bertema Cinta Platonik : Siapkan Banyak Tisu Saat Nontonnya

Yang saya sukai dari Film Korea ada dua yang pertama tema cerita yang diangkat kedua peran yang diperankan para aktor dan aktrisnya sangat alami. Penonton seperti bukan sedang menonton film tapi seakan ikut dalam alur ceritanya. Kali ini  saya punya dua rekomendasi film korea bertema tentang Cinta Platonik  yang sayang dilewatkan buat para penikmat film, apalagi buat pecinta film korea. Cinta Platonik  atau juga sering disebut Cinta Platonis sendiri  menurut beberapa referensi ialah  jenis cinta yang tidak melibatkan tendesi romantis (bukan hubungan pacaran) Ia adalah cinta yang tak bersyarat,  tanpa nasfu dan birahi,  bisa dibilang cinta suci, waw keren gak  tu !!!.  Cinta Platonik biasanya ada dalam hubungan antara anak dan orang tua, persaudaraan, atau cinta dalam persahabatan dsb.  Berikut ada dua film korea yang mengakat cerita/bertema tentang cinta Platonik . Catatan !! kalau mau nonton dua film ini jangan lupa tisu ya !! 1. ...

25 Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !!

  Salah satu genre film dari negara Gajah Putih Thailand yang terkenal   adalah genre horornya. Film-film horor dari negara Thailand sangat khas   dengan memasukan unsur-unsur cerita, mitos dan kebudayaan negaranya.   Film-film   horor negara Thailand juga memiiki alur cerita yang menarik. Ini dia film-filmnya. 1.       Shutter ( 2004) Film yang dibuat lagi versi Amerika nya ini menceritakan tentang seorang Photographer yang selalu dibayangi-bayangi gambar sosok perempuan yang terpotret tiap kali ia menggambil gambar. Ternyata sosok perempuan yang selalu masuk dalam gambarnya itu adalah dosa masa lalu sang photographer dan kekasihnya.   2.       The Sisters (Pee Chong Air) (2004) Mengisahkan tentang sekelompok musisi check in kesebuah hotel di Bangkok setelah pertujunkan. Bukannya beristirahat sekelompok musisi tersebut malah di usik oleh roh penunggu kamar tersebut. Roh seorang pelacur yang pern...

The Blue Lagoon (1980) : Kisah Dua Anak Manusia Terdampar Di Blue Lagoon (Danau Biru)

Jauh sebelum saya lahir film ini sudah diproduksi, untuk ukuran tahun 1980 pengambilan gambar film ini sudah sangat jernih dan indah. Menampilkan hijaunya danau, warna-warni ikan, matahari yang memantul di permukaan air, putihnya pasir , flora dan juga faunanya.  Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul sama karya Henry De Vere Stacpoole. Bukunya diterbitkan tahun 1979, tambah lawas lagi !! Seperti judulnya film ini mengisahkan tentang dua anak manusia terdampar di Blue Lagoon (Lagoon semacam danau dipinggir laut). Dikisahkan sebuah kapal Northumberland yang membawa penumpang dari Eropa  berlayar menuju San Fransisco. Salah satu penumpangnya ialah tuan Arthur Lestrange  (William Daniels) yang membawa anak lelakinya Richard Lestrange ( Christopher Atkins) dan juga anak sahabatnya yang sudah menjadi anaknya Emmeline Lestrange (Brooke Shields). Richard dan Emmeline adalah saudara tiri.  Richard dan Emmeline sewaktu berlayar mereka masih bocah, kira-kira berumu 4-6 ...