Langsung ke konten utama

Sembilan Artis Terkenal Korea Yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri

  Note: Bukan Untuk Ditiru  1.      Lee Eun Ju Artis cantik kelahiran   Gunsan,Korea selatan pada 22 Desember 1980, ia mengakhiri hidupnya pada saat berumur 24 tahun , masih sangat muda. Lee Eun Ju ialah salah satu artis cantik   Korea yang sedang populer , karirnya sedang menanjak tinggi.   Ia ditemukan meninggal di apartemennya pada 22 Febuari tahun 2005. Polisi menemukan cacatan Lee Eun Ju yang ditunjukan untuk ibunya, catatan itu berisi permintaan maaf Lee Eun Ju "Mom, I am sorry and I Love You" begitu isinya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya Lee Eun Ju telah menyelesaikan pendidikannya di Dangkuk University. Banyak spekulasi tentang penyebab Lee Eun Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Dan yang paling santer terdengar ialah kareana ia depresi dan merasa malu setelah beradegan telanjang dalam film "The Secret Letter", film thriller erotis yang dirilis 28 Oktober 2004. Saya sudah nonton film ini dan memang dalam film ini Lee Eun Ju b...

Silenced 2011 : Kejahatan Punya Banyak Rupa

Silenced

Tidak sengaja saya  membaca berita yang di post Tirto.Id di akun instragramnya dengan judul   Kasus Bruder Angleo : Negara & Gereja Gagal menghukum Pemerkosa . Berita ini hasil kolaborasi Tirto dan The Jakarta Post , diberitakan bahwa seorang yang mengaku Bruder ( Biarawan Katolik) telah mencabuli dan menyiksa anak-anak panti asuhan yang didirikan  oleh Lukas Lucky Ngalngola yang lebih dikenal dengan sebutan “Bruder Angelo” . Ia ditangkap Polres Metro Depok pada 14September 2019. Kasusnya terang benderang tapi nyatanya Bruder Angelo hanya ditahan tiga bulan. Keluar dari penjara ia  tidak kapok, ia  mendirikan panti asuhan baru!!.

Kasus Bruder Angelo ternyata terjadi juga di Korea Selatan, yaitu pada peristiwa di Gwangju Inhwa School pada dasawarsa 2000-an. Bedanya di Korea Selatan kejadian memilukan itu diangkat ke layar kaca, dibuat film yang berjudul Silenced oleh produser  Hwang Dong-hyuk .

Film Silenced dibintangi oleh  Gong Yoo (Kang In-ho) dan Jung Yu-mi ( Seo Yoo-jin), dikisahkan ketika Kang In-ho mengajar di sekolah khusus untuk anak-anak tunarungu (seseorang yang memiliki hambatan dala fungsi pendengarannya) di Kota Mujin. Pertama kali masuk dan mengajar disekolah tersebut  Kang In –ho merasa sekolah tersebut sama seperti sekolah khusus lainnya begitupun dengan kepala sekolah, pengajar, ibu asrama, semua biasa saja

Lambat laun, bau busuk bangkai tidak bisa selamanya disembunyikan. Bahwa anak-anak malang yang kurang beruntung tersebut, anak-anak yang seharusnya mendapat perlindungan nyatanya mereka di siksa secara fisik dan menerima pelecehan seksual. Anak-anak tersebut secara kontinyu mendapat perlakuan menyeramkan dari orang-orang yang sudah sepantasnya melindungi, memberi pendidikan dan menyayangi mereka. Anak-anak malang tersebut disiksa dan dilecehkan oleh kepala sekolah yang tiap tahunnya mendapat penghargaan sebagai manusia yang peduli HAM, sering di panggil gereja untuk melakukan ceramah. Mendapat siksaan fisik dari ibu asrama yang seharusnya menjadi ibu bagi anak-anak tersebut, ibu  asrama yang tidak lain adalah kekasih kepala sekolah. Wakil kepala sekolah yang merupakan adik kepala sekolah juga sama gilanya dengan kepala sekolah. Guru-guru yang lain tutup mata dan bahkan ikut melakukan penyiksaan. Didalam asrama tersebut jikalau bersembunyi anak-anak itu seperti bersembunyi di balik sebatang rumput. Ada beberapa anak yang mencoba melawan dan kabur namun berakhir dengan kematian .

Ketika mengetahui kejahatan tersebut tentu Kang In-ho tidak tinggal diam, ia ingin mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan krooni-kroninya terhadap anak-anak asrama. Kang In-ho ingin kepala sekolah berserta krooni-kroninya dihukum , bersama seorang wartawan wanita ia menyelidiki kasus tersebut dan mencoba meyakinkan anak-anak tunarungu tersebut agar mau bersaksi di pengedalian.

Tentu saja usaha mereka banyak menemui jalan terjal dan berlobang, tidak mudah menghadapi kejahatan yang dilindungi oleh aparat penegak hukum. Karena kepala sekolah tersebut mempunyai koneksi kuat dengan orang-orang pemerintah, hukum dan orang-orang kuat lainnya Belum lagi citra yang ditampilkan oleh kepala sekolah asrama dan kroni-kroninya tersebut adalah citra humanis dan agamis. Masyarakat dan pemuka agama tidak percaya jika orang yang mempunyai citra humanis dan agamis dapat melakukan perbuatan brutal terhadap anak-anak yang tidak berdaya.

Kejahatan memang punya banyak rupa, ia bisa memakai rupa humanis dan agamis!!. Kejahatan juga bisa bersarang di tempat penegakan hukum dan hidup aman dalam lembaga-lembaga pemasyarakatan!!.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Film Korea Bertema Cinta Platonik : Siapkan Banyak Tisu Saat Nontonnya

Yang saya sukai dari Film Korea ada dua yang pertama tema cerita yang diangkat kedua peran yang diperankan para aktor dan aktrisnya sangat alami. Penonton seperti bukan sedang menonton film tapi seakan ikut dalam alur ceritanya. Kali ini  saya punya dua rekomendasi film korea bertema tentang Cinta Platonik  yang sayang dilewatkan buat para penikmat film, apalagi buat pecinta film korea. Cinta Platonik  atau juga sering disebut Cinta Platonis sendiri  menurut beberapa referensi ialah  jenis cinta yang tidak melibatkan tendesi romantis (bukan hubungan pacaran) Ia adalah cinta yang tak bersyarat,  tanpa nasfu dan birahi,  bisa dibilang cinta suci, waw keren gak  tu !!!.  Cinta Platonik biasanya ada dalam hubungan antara anak dan orang tua, persaudaraan, atau cinta dalam persahabatan dsb.  Berikut ada dua film korea yang mengakat cerita/bertema tentang cinta Platonik . Catatan !! kalau mau nonton dua film ini jangan lupa tisu ya !! 1. ...

25 Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !!

  Salah satu genre film dari negara Gajah Putih Thailand yang terkenal   adalah genre horornya. Film-film horor dari negara Thailand sangat khas   dengan memasukan unsur-unsur cerita, mitos dan kebudayaan negaranya.   Film-film   horor negara Thailand juga memiiki alur cerita yang menarik. Ini dia film-filmnya. 1.       Shutter ( 2004) Film yang dibuat lagi versi Amerika nya ini menceritakan tentang seorang Photographer yang selalu dibayangi-bayangi gambar sosok perempuan yang terpotret tiap kali ia menggambil gambar. Ternyata sosok perempuan yang selalu masuk dalam gambarnya itu adalah dosa masa lalu sang photographer dan kekasihnya.   2.       The Sisters (Pee Chong Air) (2004) Mengisahkan tentang sekelompok musisi check in kesebuah hotel di Bangkok setelah pertujunkan. Bukannya beristirahat sekelompok musisi tersebut malah di usik oleh roh penunggu kamar tersebut. Roh seorang pelacur yang pern...

The Blue Lagoon (1980) : Kisah Dua Anak Manusia Terdampar Di Blue Lagoon (Danau Biru)

Jauh sebelum saya lahir film ini sudah diproduksi, untuk ukuran tahun 1980 pengambilan gambar film ini sudah sangat jernih dan indah. Menampilkan hijaunya danau, warna-warni ikan, matahari yang memantul di permukaan air, putihnya pasir , flora dan juga faunanya.  Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul sama karya Henry De Vere Stacpoole. Bukunya diterbitkan tahun 1979, tambah lawas lagi !! Seperti judulnya film ini mengisahkan tentang dua anak manusia terdampar di Blue Lagoon (Lagoon semacam danau dipinggir laut). Dikisahkan sebuah kapal Northumberland yang membawa penumpang dari Eropa  berlayar menuju San Fransisco. Salah satu penumpangnya ialah tuan Arthur Lestrange  (William Daniels) yang membawa anak lelakinya Richard Lestrange ( Christopher Atkins) dan juga anak sahabatnya yang sudah menjadi anaknya Emmeline Lestrange (Brooke Shields). Richard dan Emmeline adalah saudara tiri.  Richard dan Emmeline sewaktu berlayar mereka masih bocah, kira-kira berumu 4-6 ...