Langsung ke konten utama

Sembilan Artis Terkenal Korea Yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri

  Note: Bukan Untuk Ditiru  1.      Lee Eun Ju Artis cantik kelahiran   Gunsan,Korea selatan pada 22 Desember 1980, ia mengakhiri hidupnya pada saat berumur 24 tahun , masih sangat muda. Lee Eun Ju ialah salah satu artis cantik   Korea yang sedang populer , karirnya sedang menanjak tinggi.   Ia ditemukan meninggal di apartemennya pada 22 Febuari tahun 2005. Polisi menemukan cacatan Lee Eun Ju yang ditunjukan untuk ibunya, catatan itu berisi permintaan maaf Lee Eun Ju "Mom, I am sorry and I Love You" begitu isinya. Beberapa hari sebelum mengakhiri hidupnya Lee Eun Ju telah menyelesaikan pendidikannya di Dangkuk University. Banyak spekulasi tentang penyebab Lee Eun Ju mengakhiri hidupnya sendiri. Dan yang paling santer terdengar ialah kareana ia depresi dan merasa malu setelah beradegan telanjang dalam film "The Secret Letter", film thriller erotis yang dirilis 28 Oktober 2004. Saya sudah nonton film ini dan memang dalam film ini Lee Eun Ju b...

Drama Yang Memberi Pengetahuan !! 4 Pelajaran Berharga Dari Drama Korea Start-Up Episode 14


Start-Up

Drama  korea Start Up  2020 yang dibintangi Bae Suzy (Se Dal-mi), Nam Joo-hyuk (Nam Do-san), Kim Seon-ho (Han Ji-Pyeong), dan Kang Ha-na (Wo In-jae/Seo In-jae). Mengisahkan 4 anak muda yang berjuang meraih mimpi mereka di tengah keterbatasan dan kesulitan yang ada. Ke empat anak muda tersebut bergelut dalam dunia Start-Up . Drama ini banyak menyajikan pengetahuan seputar tentang pendirian perusahaan, dunia Start-Up, dunia investasi, dunia manajemen. Berikut 4 pelajaran berharga yang bisa kita petik dari drama Start-Up episode 14.


 

1. Jangan Meremehkan Perusahaan Sendiri

Sebagai seorang  CEO/ pimpinan perusahaan  seharusnya Dal Mi wajib percaya bahwa perusahaannya berkompeten. Kalau pimpinannya saja tidak mengakui kemampuan perusahaannya, lalu siapa yang akan percaya bahwa perusahaan kita layak ?

Tukang parkir atau karyawan yang baru di interview?. Seperti kata nenek Soe Dal Mi , Dal Mi sama seperti penjual Corn Dog ( jenis makanan ) tapi berkata ke pembeli, "Kenapa  Makan Makanan Tak Enak Ini " ?

2. Bertanya Kepada Orang Yang Kompeten.

Setelah Pulang Kerja Di Amerika Sillcon Valley . Tepatnya di Perusahaan Teknologi  2STO Selama Tiga Tahun . Dosan, Yong-san dan Chul-san  berencana ingin mendirikan Perusahaan Start-Up Sendiri .Tapi Dosan, Yong-san dan Chul-san bingung. Mereka harus melakukan apa dan mulai dari mana. Yong-san mendatangi orang berkompeten dibidanganya. Ia mendatangi Han-Ji- pyeong  yang sudah lama berkecimpung dalam usaha memberikan dukungan manajamen dan modal pada perusahan-perusahaan rintisan.

Yong-san dulu pernah beselisih dengannya.Karena Ji-pyeong  memberikan nasehat mengenai manajemen perusahaan dengan kata-kata yang  sangat tajam kepadanya, sangat tidak enak didengar.Karena mendatangi orang berkompeten dan menyingkirkan emosi sesaat ia mendapat jawaban yang jelas atas keraguannya. Ji-pyeong bertannya apa alasan mereka ingin mendirikan perusahaan Start-Up ?? . Apa karena suka berbisnis atau hanya karena  suka pemrograman saja ?

Karena kalau mereka tahu alasannya mereka tidak memerlukan omongan tajam dari darinyalagi.Kalau sudah tau alasannya mereka sudah mempunyai pondasi yang kuat.

 

3 . Cara Mencari Investor Yang Tepat

Yong-San  bertanya kepada orang yang sudah tahu seluk belum mengenai dunia  investor bagi perusahan-perusahaan rintisan. Orang yang sudah banyak mendanai/menjadi investor bagi perusahan-perusahaan rintisan. Ia mencari Ibu Yoon pimpinan Sand Box perusahaan yang memberikan dukungan kepada perusahan-perusahaan Star-Up. Bagaimana memilih investor yang tepat untuk perusahaan Start Up yang akan dirintis bersama rekannya Do-san dan Chu-san Yong-San memamerkan banyak kartu nama kepada Ibu Yoon. Kartu nama orang yang bersedia menjadi  investor perusahaan Start-Up yang baru akan dirintisnya.Ibu  Yoon menyarankan jangan satupun orang yang memberikan kartu nama tersebut dijadikan investor. 

Sebab mereka bahkan belum tahu produk apa yang akan dihasilkan oleh perusahaan yang ingin mereka beri dana. Mereka tipe orang yang akan bertepuk tangan meskipun perusahaan melakukan kesalahan.Hal tersebut tidak bagus untuk pertumbuhan perusahaan .Sebaliknya carilah investor yang mau mengkritik kesalahan sehingga kita bisa tahu dimana letak kesalahan dan hal tersebut bisa menjadi pondasi yang kuat buat perusahaan.

4.  Kenali Kemampuan dan Minat

Chul-san  meminta rekannya dulu Sa-Ha untukbergabung kembali ke perusahaan Start-Up yang baru akan dirintis bersama Do-san dan Yong-san .Sa-Ha mengatakan dulu ia bergabung dengan mereka karena CEO nya dulu Dal Mi berlutut memohon kepadanya.Ia bergabung  dulu karena semangat Dal Mi yang pantang menyarah menghadapi kendala perusahaan mereka. Dal Mi sangat menikmati perannya sebagai pimpinan perusahaan dan ia terus belajar bagaimana memanajemen perusahaan dengan baik .Lalu sekarang adakah diantara mereka bertiga yang memiliki kemampuan dan minat seperti Dal Mi ?. Atau mereka bertiga hanya senang soal pemrograman saja bukan senang dengan manajemen perusahaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Film Korea Bertema Cinta Platonik : Siapkan Banyak Tisu Saat Nontonnya

Yang saya sukai dari Film Korea ada dua yang pertama tema cerita yang diangkat kedua peran yang diperankan para aktor dan aktrisnya sangat alami. Penonton seperti bukan sedang menonton film tapi seakan ikut dalam alur ceritanya. Kali ini  saya punya dua rekomendasi film korea bertema tentang Cinta Platonik  yang sayang dilewatkan buat para penikmat film, apalagi buat pecinta film korea. Cinta Platonik  atau juga sering disebut Cinta Platonis sendiri  menurut beberapa referensi ialah  jenis cinta yang tidak melibatkan tendesi romantis (bukan hubungan pacaran) Ia adalah cinta yang tak bersyarat,  tanpa nasfu dan birahi,  bisa dibilang cinta suci, waw keren gak  tu !!!.  Cinta Platonik biasanya ada dalam hubungan antara anak dan orang tua, persaudaraan, atau cinta dalam persahabatan dsb.  Berikut ada dua film korea yang mengakat cerita/bertema tentang cinta Platonik . Catatan !! kalau mau nonton dua film ini jangan lupa tisu ya !! 1. ...

25 Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaik, Jangan Nonton Sendirian !!

  Salah satu genre film dari negara Gajah Putih Thailand yang terkenal   adalah genre horornya. Film-film horor dari negara Thailand sangat khas   dengan memasukan unsur-unsur cerita, mitos dan kebudayaan negaranya.   Film-film   horor negara Thailand juga memiiki alur cerita yang menarik. Ini dia film-filmnya. 1.       Shutter ( 2004) Film yang dibuat lagi versi Amerika nya ini menceritakan tentang seorang Photographer yang selalu dibayangi-bayangi gambar sosok perempuan yang terpotret tiap kali ia menggambil gambar. Ternyata sosok perempuan yang selalu masuk dalam gambarnya itu adalah dosa masa lalu sang photographer dan kekasihnya.   2.       The Sisters (Pee Chong Air) (2004) Mengisahkan tentang sekelompok musisi check in kesebuah hotel di Bangkok setelah pertujunkan. Bukannya beristirahat sekelompok musisi tersebut malah di usik oleh roh penunggu kamar tersebut. Roh seorang pelacur yang pern...

The Blue Lagoon (1980) : Kisah Dua Anak Manusia Terdampar Di Blue Lagoon (Danau Biru)

Jauh sebelum saya lahir film ini sudah diproduksi, untuk ukuran tahun 1980 pengambilan gambar film ini sudah sangat jernih dan indah. Menampilkan hijaunya danau, warna-warni ikan, matahari yang memantul di permukaan air, putihnya pasir , flora dan juga faunanya.  Film ini diadaptasi dari buku yang berjudul sama karya Henry De Vere Stacpoole. Bukunya diterbitkan tahun 1979, tambah lawas lagi !! Seperti judulnya film ini mengisahkan tentang dua anak manusia terdampar di Blue Lagoon (Lagoon semacam danau dipinggir laut). Dikisahkan sebuah kapal Northumberland yang membawa penumpang dari Eropa  berlayar menuju San Fransisco. Salah satu penumpangnya ialah tuan Arthur Lestrange  (William Daniels) yang membawa anak lelakinya Richard Lestrange ( Christopher Atkins) dan juga anak sahabatnya yang sudah menjadi anaknya Emmeline Lestrange (Brooke Shields). Richard dan Emmeline adalah saudara tiri.  Richard dan Emmeline sewaktu berlayar mereka masih bocah, kira-kira berumu 4-6 ...